Minggu, 27 Februari 2011

Study Kasus FO Dan LO Purifier

A. Kurangnya pemahaman tetang cara pengoperasian  Lubricating Oil  Purifier.


        Ahli Mesin Kapal atau Masinis yang diberi tanggung jawab untuk mengoperasikan lubricating oil purifier sering kali menemui kesulitan dalam melakukan pengoperasian pada pesawat tersebut, karena pada saat melakukan pengoperasian awal dibutuhkan ketelitian dan kesabaran.  Pengoperasian harus sesuai dengan urutan – urutan prosedur yang telah ditetapkan dalam instruction manual book tentang pengoperasian lubricating oil purifier.
         Kegagalan start pada awal pengoperasian sering terjadi  karena keterbatasan kemampuan mengartikan buku petunjuk kedalam bahasa Indonesia yang mana semua buku petunjuk pengoperasian mesin di atas kapal ditulis dalam bahasa Inggris. Keadaan demikian yang menyebabkan terjadinya proses pengoperasian Lubricating Oil Purifier yang kurang tepat dan kadang terjadi over flow.

B. Tidak Tercapainya Putaran yang Maximal pada Lubricating Oil Purifier.

               Dengan adanya putaran yang cukup dari purifier akan timbul gaya sentrifugal yang mampu melempar keluar setiap cairan dalam partikel padat yang tercampur atau  terkandung dengan minyak lumas. Mangkuk yang dipasang pada bagian atas dari poros tegak yang berputar dengan putaran tinggi, sesuai dengan buku petunjuk untuk, type purifier yang di pasang untuk SJ 700 mempunyai kemampuan atau putaran maximal adalah 9000 putaran per menit.
                 Tidak tercapainya putaran maksimal yakni 9000 putaran permenit maka, gaya sentrifugal yang timbul tidak mamapuh melakukan pemisahan dengan baik. Perihal menurunnya putaran dapat dilihat  dengan alat ukur yang dipasang pada panel yakni ampere meter dimana, ampere meter tersebut akan menunjukkan angka yang lebih rendah lebih kurang dari 10 ampere.

C. Sering Terjadinya Over Flow Pada Saat Lubricating Oil Purifier Di Operasikan.

                 Keluarnya minyak lumas pada saluran pembuangan sisa pemisahan (Lumpur) atau yang biasa disebut dengan over flow sering terjadi. Dimana hal tersebut merupakan suatu gejalah atau suatu isyarat yang diberikan oleh pesawat lubricating oil purifier untuk diketahui oleh masinis yang bertanggung jawab untuk segera melakukan pemeriksaan penyebab terjadinya over flow.
                  Kejadian seperti ini adalah merupakan gejalah awal adanya kerusakan pada lubricating oil purifier, dimana keadaan tersesebut bila tidak segera dilakukan pemeriksaan atau sekaligus perbaikan,  akan menyebabkan pemakaian minyak lumas lebih boros serta berkurangnya minyak lumas dalam Crank Case. Mutu minyak lumas pada proses pelumasan mesin penggerak utama yang rendah, kerugian panas yang ditimbulkan oleh gesekan akan lebih besar, sehingga di kuatirkan akan terjadi kerusakan yang serius pada mesin penggerak utama dan dapat menyebabkan terganggunya operasional kapal. 





D.  Pilot Valve Tidak Bekerja Dengan Baik

                   Pilot valve adalah katup laluan air yang masuk dari bagian bawah melewati air distributor masuk ke bagian bawah bowl body. Ada dua aliran air yang masuk melewati pilot valve sebut :
1.    Air dengan tekanan rendah atau yang biasa juga disebut Operating water. Air ini berfungsi untuk mendorong ke atas sliding bowl bottom agar kedua sisi antara sliding bowl bottom dan bowl hood dapat menutup rapat pada saat purifier dioperasikan.
2.    Air dengan tekanan tinggi ( opening water) atau slugging water, yang berfungsi untuk membuka sliding bowl guna membuang kotoran hasil pemisahan (Slugging) yang dilakukan maximal empat (4) jam sekali pada saat mau ganti jaga.
               Pilot valve harus diperhatikan dan selalu dibersihkan dari kerak – kerak yang diakibatka oleh pembetukan kandungan keasaman air tawar serta kotoran lain yang bisa mengakibatkan kemacetan katup tersebut. Jika hal tersebut terjadi maka penutupan kedua bagian antara bowl hood dan sliding bowl  tidak akan sempurna, yang mengakibatkan hilangnya sealing water dan tumpahnya minyak lumas masuk ke sludge tank.


E. Kurangnya Pemahaman Tentang Fungsi dan Cara Kerja dari Komponen Lubricating Oil Purifier.

                   Sehubungan  dengan kemampuan melakukan tugas jaga            ( watch keeping) tehadap seluruh pemesinan bantu diatas kapal utamanya pesawat purifier yang diteliti dalam makalah ini, maka mengenal dan paham serta mengerti fungsi dari setiap bagian atau komponen dari purifier merupakan langkah awal yang harus menjadi modal dasar bagi setiap masinis yang ditugaskan untuk bertanggung jawab dalam mengoperasikan purifier.
                     Setiap komponen atau bagian yang dipasan disebuah system maupun pesawat purifier  mempunyai fungsi, salah satu dari komponen atau bagian tersebut tidak berfungsi maka, hasil dari proses pemisahan minyak lumas yang diharapkan tidak akan tercapai. Minyak lumas yang telah menjalankan fungsinya sebagai pelumas, pada saat mesin penggerak utama dioperasikan akan jatuh ke tangki penampungan yang berada dibagian dasar sebuah mesin yang disebut juga crank case tank.
                       Crank case tank, selain berfungsi sebagai penampung juga berfngsi sebagai tangki pengendap dimana, minyak luamas akan terpisah kan sesuai dengan berat jenisnya. Dari crank case tank minyak lumas selanjutnya dilakukan proses purifikasi, minyak lumas dihisap oleh pompa (lubricating oil feed pump) kemudian dialirkan masuk kedalam purifier melalui inlet pipe dan masuk ke komponen – komponen lain. Proses purifikasi yang baik jika semua kompnen yang ada dipurifier bekerja dengan baik.

F. Kurangnya Ketelitian Pada Saat Pelaksanaan Perawatan dan  Perbaikan

              Pengaturan sisa – sisa kotoran minyak lumas setelah proses pembersihan akan mengendap pada piringan – piringan dan bagian dasar termasuk sliding bowl dan bowl body. Lumpur tersebut akan dikeluarkan pada saat purifier di bongkar (over hole) untuk dibersihkan.       
              Hal ini dilakukan setelah purifier mencapai batas jam kerja yang telah ditentukan sesuai dengan buku petunjuk perawatan manual (instruction manual book) yakni 1.500 sampai dengan 2.000 jam. Pada saat membongkar (over hole) untuk melaksanakan perawatan perbaikan seluruh bagian dalam dari purifier, termasuk piringan – piringan (bowl disc) serta “ O “ ring dilepas dan dibersihkan sekaligus memelakukan pengecekan pada bagian lain.
               Masalah yang umumnya terjadi di atas kapal ketika, melakukan perawatan perbaikan terhadap pesawat bantu purifier kurangnya ketelitian pada saat membongkar serta pemasangan komponen yang tidak sesuai dengan urutan – urutannya  serta ketidak  mampuan  masinis memahami fingsi dari komponen yang dirawat dan diperbaiki. Hal tersebut yang mengakibatkan purifier  tidak dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan fungsinya sebagai pemisah minyak lumas dengan unsur air dan Lumpur.
      
G. Penggunaan Gravity Disc Yang Tidak Sesuai Dengan Buku Petunjuk.

               Kemampuan purifier adalah memisahkan antara minyak air dan lumpur. Ini sangat dipengaruhi oleh ukuran gravity disck karena, dalam purifier minyak yang masuk akan berputar maka didalamnya dipasang gravity disc. Hal ini bertujuan untuk mengatur cara pelemparan sehingga zat cair yang masuk, yang mempunyai berat jenis (Bj) yang lebih berat akan ter lempar lebih jauh sedangkan berat jenis yang lebih ringan           ( minyak  lumas ) massuk atau turun melalui lubang – lubang piringan.
                Jika berat jenis dari minyak lumas yang masuk kedalam purifier berubah maka perbandingan garis tengah (diameter) harus drubah dan cincin tersebut adalah gravity disc. Agar cairan minyak dan air serta lumpur tidak bersatu atau tercampur kembali pada waktu air dan minyak keluar  maka dipasang gravity disc. Namun sering kali ukuran ini kurang bahkan  tidak diperhatikan sehingga penggunaanya kadang tidak tepat sesuai dengan peningkatan atau penurunan berat jenis minyak lumas, kelalaian tersebut dapat mengakibatkan proses purifikasi tidak sesuai yang diharapkan atau kurang baik. Minyak lumas hasil purifikasi seharusnya tidak tercampur dengan unsur lain tetapi kenyataanya masih mengandung air dan Lumpur, hal ini dapat diketahui pada alat yang dipasang dikeluaran aliran yang disebut Tranducer.


PROSES  PENENTUAN MASLAH  POKOK  MELALUI  ANALISIS – U.S.G.

N         No
Masalah
Analisis
Perbandingan
U
S
G
Nilai
Prioritas
U
S
G
T

A

Kurangnya pemahaman tetang cara pengoperasian  Lubricating Oil Purifier.

A-B
A-C
A-D
A-E
A-F
A-G
A
A
A
E
F
G
B
A
D
A
F
A

A
A
A
E
F
G



3


3


3


9


III

B.

Tidak Tercapainya Putaran yang Maximal pada Lubricating Oil Purifier.


B-C
B-D
B-E
B-F
B-G

B
B
B
F
B

B
D
B
B
B

B
B
E
F
G



4



4



2



10



II

C.

Sering Terjadinya Over Flow Pada Saat Lubricating Oil Purifier Di Operasikan.


C-D
C-E
C-F
C-G

C
C
F
C

D
E
F
G

D
E
F
G



3



-



-



3



V

D.

Pilot Valve Tidak
Bekerja Dengan Baik

D-E
D-F
D-G
D
F
D
E
D
D
E
F
G

2

5

1

8

IV

E.
Kurangnya Pemahaman Tentang Fungsi dan Cara Kerja dari Komponen Lubricating Oil Purifier.



E-F
E-G


F
G


E
E


F
E



5



4



5



14



I

F.
Kurangnya Ketelitian Pada Saat Pelaksanaan Perawatan dan  Perbaikan



F-G


F


G


F


6


2


6


14


I
G.
Penggunaan Gravity Disc Yang Tidak Sesuai Dengan Buku Petunjuk

-

 -

 -

 -

1

2

 4

 7

V




Metode USG adalah metode pendekatan yang dilakukan untuk menentukan masalah pokok yang sangat berpegaruh terhadap suatu masah. Adapun pengertian USG diuraikan sebagai berikut  :
U  ( Urgency )                 : Adalah masalah yang apabila tidak segera diatasi akan berakibat kerusakan pada sebuah pesawat atau mesin dalam waktu lama.
S  ( Seriusness )              : Adalah masalah yang apabila tidak segera diatasi akan berdampak fatal tetapi berpengaruh dalam  jangka waktu yang singkat.
G (Growth)           : Adalah masalah yang potensial tumbuh dan   berkembannya masalah dalam jangka panjang dan timbul masalah baru yang juga dalam waktu yang panjang.



A. Kurangnya pemahaman tetang cara pengoperasian  Fuel Oil Purifier.



        Engineer atau Masinis yang diberi tanggung jawab untuk mengoperasikan fuel oil purifier sering kali menemui kesulitan dalam melakukan pengoperasian pada pesawat tersebut, karena pada saat melakukan pengoperasian awal dibutuhkan ketelitian dan kesabaran.  Pengoperasian harus sesuai dengan urutan – urutan prosedur yang telah ditetapkan dalam instruction manual book tentang pengoperasian fuel oil purifier.
         Kegagalan start pada awal pengoperasian sering terjadi  karena keterbatasan kemampuan mengartikan buku petunjuk kedalam bahasa Indonesia yang mana semua buku petunjuk pengoperasian mesin di atas kapal ditulis dalam bahasa Inggris. Keadaan demikian yang menyebabkan terjadinya proses pengoperasian Fuel Oil Purifier yang kurang tepat dan kadang terjadi over flow.

B. Tidak Tercapainya Putaran yang Maximal pada Fuel Oil Purifier.

               Dengan adanya putaran yang cukup dari purifier akan timbul gaya sentrifugal yang mampu melempar keluar setiap cairan dalam partikel padat yang tercampur atau  terkandung dengan bahan bakar. Mangkuk yang dipasang pada bagian atas dari poros tegak yang berputar dengan putaran tinggi, sesuai dengan buku petunjuk untuk, type purifier  SJ 2.000 mempunyai kemampuan atau putaran maximal adalah 8.000 putaran per menit.
     
                Tidak tercapainya putaran maksimal yakni 8.000 putaran permenit maka, gaya sentrifugal yang timbul tidak mamapuh melakukan pemisahan dengan baik. Perihal menurunnya putaran dapat dilihat  dengan alat ukur yang dipasang pada panel yakni ampere meter dimana, ampere meter tersebut akan menunjukkan angka yang lebih rendah lebih kurang dari 15 ampere.

C. Sering Terjadinya Over Flow Pada Saat Fuel Oil Purifier Di Operasikan.

                 Keluarnya bahan bakar pada saluran pembuangan sisa pemisahan (Lumpur) atau yang biasa disebut dengan over flow sering terjadi. Dimana hal tersebut merupakan suatu gejalah atau suatu isyarat yang diberikan oleh pesawat fuel oil purifier untuk diketahui oleh masinis yang bertanggung jawab untuk segera melakukan pemeriksaan penyebab terjadinya over flow.
                  Kejadian seperti ini adalah merupakan gejalah awal adanya kerusakan pada fuel oil purifier, dimana keadaan tersesebut bila tidak segera dilakukan pemeriksaan atau sekaligus perbaikan,  akan menyebabkan pemakaian bahan bakar lebih boros. Mutu bahan bakar pada proses pembakaran bahan bakar dalam silinder mesin penggerak utama yang tidak sempurna, mengakibatkan daya yang dihasilkan oleh mesin akan tidak maksimal kerugian panas yang ditimbulkan oleh pembakaran bahan bakar akan lebih besar, sehingga di kuatirkan akan terjadi kerusakan yang serius pada mesin penggerak utama dan dapat menyebabkan terganggunya operasional kapal. 






D.  Pilot Valve Tidak Bekerja Dengan Baik

                  Pilot valve adalah katup laluan air yang masuk dari bagian bawah melewati air distributor masuk ke bagian bawah bowl body. Ada dua aliran air yang masuk melewati pilot valve sebut :
3.    Air dengan tekanan rendah atau yang biasa juga disebut Operating water. Air ini berfungsi untuk mendorong ke atas sliding bowl bottom agar kedua sisi antara sliding bowl bottom dan bowl hood dapat menutup rapat pada saat purifier dioperasikan.
4.    Air dengan tekanan tinggi ( opening water) atau slugging water, yang berfungsi untuk membuka sliding bowl guna membuang kotoran hasil pemisahan (Slugging) yang dilakukan maximal empat (4) jam sekali pada saat mau ganti jaga.
               Pilot valve harus diperhatikan dan selalu dibersihkan dari kerak – kerak yang diakibatka oleh pembetukan kandungan keasaman air tawar serta kotoran lain yang bisa mengakibatkan kemacetan katup tersebut. Jika hal tersebut terjadi maka penutupan kedua bagian antara bowl hood dan sliding bowl  tidak akan sempurna, yang mengakibatkan hilangnya sealing water dan tumpahnya minyak lumas masuk ke sludge tank.

E. Kurangnya Pemahaman Tentang Fungsi dan Cara Kerja dari Komponen Lubricating Oil Purifier.

                   Sehubungan  dengan kemampuan melakukan tugas jaga            ( watch keeping) tehadap seluruh pemesinan bantu diatas kapal utamanya pesawat purifier yang diteliti dalam makalah ini, maka mengenal dan paham serta mengerti fungsi dari setiap bagian atau komponen dari purifier merupakan langkah awal yang harus menjadi modal dasar bagi setiap masinis yang ditugaskan untuk bertanggung jawab dalam mengoperasikan purifier.
                     Setiap komponen atau bagian yang dipasan disebuah system maupun pesawat purifier  mempunyai fungsi, salah satu dari komponen atau bagian tersebut tidak berfungsi maka, hasil dari proses pemisahan bahan bakar yang diharapkan tidak akan tercapai. Bahan bakar yang telah menjalankan fungsinya pada saat mesin penggerak utama dioperasikan atau dijalankan sisanya akan kembali ke tangki penyimpangan.
                  Settling tank, selain berfungsi sebagai penampung juga berfngsi sebagai tangki pengendap dimana, minyak luamas akan terpisah kan sesuai dengan berat jenisnya. Dari settling  tank bahan bakar selanjutnya dilakukan proses purifikasi, bahan bakar dihisap oleh pompa (fuel oil feed pump) kemudian dialirkan masuk kedalam purifier melalui inlet pipe dan masuk ke komponen – komponen lain. Proses purifikasi yang baik jika semua kompnen yang ada dipurifier bekerja dengan baik.

F. Kurangnya Ketelitian Pada Saat Pelaksanaan Perawatan dan  Perbaikan

              Pengaturan sisa – sisa kotoran minyak lumas setelah proses pembersihan akan mengendap pada piringan – piringan dan bagian dasar termasuk sliding bowl dan bowl body. Lumpur tersebut akan dikeluarkan pada saat purifier di bongkar (over hole) untuk dibersihkan.       
              Hal ini dilakukan setelah purifier mencapai batas jam kerja yang telah ditentukan sesuai dengan buku petunjuk perawatan manual (instruction manual book) yakni 2000 sampai dengan 8.000 jam. Pada saat membongkar (over hole) untuk melaksanakan perawatan perbaikan seluruh bagian dalam dari purifier, termasuk piringan – piringan (bowl disc) serta “ O “ ring dilepas dan dibersihkan sekaligus memelakukan pengecekan pada bagian lain.
               Masalah yang umumnya terjadi di atas kapal ketika, melakukan perawatan perbaikan terhadap pesawat bantu purifier kurangnya ketelitian pada saat membongkar serta pemasangan komponen yang tidak sesuai dengan urutan – urutannya  serta ketidak  mampuan  masinis memahami fingsi dari komponen yang dirawat dan diperbaiki. Hal tersebut yang mengakibatkan purifier  tidak dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan fungsinya sebagai pemisah minyak lumas dengan unsur air dan Lumpur.
      
G. Penggunaan Gravity Disc Yang Tidak Sesuai Dengan Buku Petunjuk.

               Kemampuan purifier adalah memisahkan antara minyak air dan lumpur. Ini sangat dipengaruhi oleh ukuran gravity disc karena, dalam purifier minyak yang masuk akan berputar maka didalamnya dipasang gravity disc. Hal ini bertujuan untuk mengatur cara pelemparan sehingga zat cair yang masuk, yang mempunyai berat jenis (Bj) yang lebih berat akan terlempar lebih jauh sedangkan berat jenis yang lebih ringan             ( bahan bakar ) masuk atau turun melalui lubang – lubang piringan.
                Jika berat jenis dari bahan bakar yang masuk kedalam purifier berubah maka perbandingan garis tengah (diameter) harus dirubah dan cincin tersebut adalah gravity disc. Agar cairan minyak dan air serta lumpur tidak bersatu atau tercampur kembali pada waktu air dan minyak keluar  maka dipasang gravity disc. Namun sering kali ukuran ini kurang bahkan  tidak diperhatikan sehingga penggunaanya kadang tidak tepat sesuai dengan peningkatan atau penurunan berat jenis bahan bakar. kelalaian tersebut dapat mengakibatkan proses purifikasi tidak sesuai yang diharapkan atau kurang baik. Bahan bakar hasil purifikasi seharusnya tidak tercampur dengan unsur lain tetapi kenyataannya masih mengandung air dan Lumpur, hal ini dapat diketahui pada alat yang dipasang dikeluaran aliran yang disebut Tranducer.





PROSES  PENENTUAN MASLAH  POKOK  MELALUI  ANALISIS – U.S.G.
Tabel . 1

N         No
Masalah
Analisis
Perbandingan
U
S
G
Nilai
Prioritas
U
S
G
T

A

Kurangnya pemahaman tetang cara pengoperasian  Lubricating Oil Purifier.

A-B
A-C
A-D
A-E
A-F
A-G
A
A
A
A
A
G
B
A
D
A
A
A

A
A
A
E
A
G



5


4


4


13


I

B.

Tidak Tercapainya Putaran yang Maximal pada Lubricating Oil Purifier.


B-C
B-D
B-E
B-F
B-G

B
B
E
F
B

B
D
B
B
B

B
B
E
F
G



3



5



2



10



II

C.

Sering Terjadinya Over Flow Pada Saat Lubricating Oil Purifier Di Operasikan.


C-D
C-E
C-F
C-G

C
E
F
C

D
E
F
G

D
E
F
G



2



-



-



2



VI

D.

Pilot Valve Tidak
Bekerja Dengan Baik

D-E
D-F
D-G
E
F
D
E
D
D
E
F
G

1

5

1

7

IV

E.
Kurangnya Pemahaman Tentang Fungsi dan Cara Kerja dari Komponen Lubricating Oil Purifier.



E-F
E-G


E
G


E
E


F
E



4



4



5



13



I

F.

Kurangnya Ketelitian Pada Saat Pelaksanaan Perawatan dan  Perbaikan



F-G


F


G


F


3


1


5


 9


III

G

 Penggunaan Gravity Disc Yang Tidak Sesuai Dengan Buku Petunjuk

-

-

 -

-

1

2

3

6

v




Metode USG adalah metode pendekatan yang dilakukan untuk menentukan masalah pokok yang sangat berpegaruh terhadap suatu masah. Adapun pengertian USG diuraikan sebagai berikut  :
U  ( Urgency )                 : Adalah masalah yang apabila tidak segera diatasi akan berakibat kerusakan pada sebuah pesawat atau mesin dalam waktu lama.
S  ( Seriusness )              : Adalah masalah yang apabila tidak segera diatasi akan berdampak fatal tetapi berpengaruh dalam  jangka waktu yang singkat.
G (Growth)           : Adalah masalah yang potensial tumbuh dan   berkembannya masalah dalam jangka panjang dan timbul masalah baru yang juga dalam waktu yang panjang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar