Kamis, 24 Februari 2011

tek.bengkel

(Tek.Bengkel)

1. Ada 2 jenis Las Listrik,jelaskan yg dimaksud dgn a:Las tahanan listrik
b.Las Busur Listrik
Jawab :
A Las Tahan Listrik adalah : Proses pengelasan yg   
   dilakukan dgn jalan mengalirkan arus listrik melalui
   bidang atau permukaan2 benda yg akan disambung.
   Tahanan yg ditimbulkan oleh arus listrik pada bidang2
   sentuhan akn menimbulkan panas dan berguna untuk
   mencairkan permukaan yg akan disambung. Jadi
   tekanan yg diberikan antara kedua bahan akan
   menimbulkan paduan antara dua buah bahan yg akan  
   disambung.
B.Las Busur listrik adalah : Proses pegelasan yg dilaku –
   kan dgn jalan mengubah arus listrik menjadi panas
   untuk melelehkan atau mencairkan permukaan benda
   yg akan disambung dgn membangkitkan busur nyala
   listrik melalui sebuah electroda. Terjadinya busur nyala
   listrik tsb diakibatkan oleh perbedaan tegangan listrik  
   antara kedua kutub yaitu benda kerja dan electroda.

2.(A). 5(lima)Factor yg mempengaruhi pemilihan
          arus listrik dlm proses pengelasan adalah :
          1. Diameter electroda yg digunakan
          2. Tebal benda kerja
          3. Jenis Electroda yg digunakan
          4. Polaritas kutub-kutubnya
          5. Posisi Pengelasan.
 (B). Akibat yg timbul thdp benda las jika arus 
         terlalu besar atau terlalu kecil adalah :
   - Akibat yg timbul thdp benda las jika arus terlalu
      Kecil adalah :
      1. lelehan logam las kental,sehingga tidak terjadi
          percikan  cairan logam disekitar rigi-rigi las
      2. Membentuk wilayah yg dangkal dan kecil,karena
          panas yg ditimbulkan nyala busur listrik lemah
      3. Bentuk rigi-rigi las yg terjadi kurang baik,yaitu
          berbentuk tinggi dan sempit dgn tepi yg tegak.
   - Akibat yg timbul thdp benda las jika arus terlalu 
      Besar Adalah :
      1. Lelehan logam las encer,shg percikan logam yg
          berbentuk bola-bola kecil disekitar rigi-rigi las
          sangat banyak
      2. Membentuk kawah yg lebar dan berbentuk segitiga
          karena panas yg ditimbulkan nyala busur sangat
          kuat
      3. Bentuk rigi-rigi las yg terjadi kurang baik yaitu
          berbentuk segitiga.

3. 3(Tiga) gerakan Electroda pada waktu proses
    pengelasan untuk hasil yg baik adalah sbb:
Jawab :
1. Gerakan turun sepanjang sumbu electroda. Gerakan ini
    dilakukan untuk mengatur jarak electroda dan benda
    kerja agar nyala busur listrik tetap
2. Gerakan ayunan Electroda. Gerakan ini diperlukan
    untuk mengatur lebar alur las yg dikehendaki
3. Gerakan ayunan keatas menghasilkan jalur las yg kecil
    sedangkan ayunan kebawah menghasilkan jalur las yg
    lebar. Penembusan las pada ayunan ke atas lbih
   dangkal daripada ayunan kebawah.

4 (A).Cara membuat oksidasi lebih pada pengelasan
       asetilin  adalah :
      Apabila pd nyala netral jumlah gas oksigen
      ditambah lagi maka nyala akan berubah menjadi
      pendek dan warna kerucut dalam berubah menjadi
      ungu.Nyala ini menyebabkan terjadinya dekarburasi
      atau oksidasi pada logam cair.
  (B).Pemanasan pendahuluan logam induk 
        (pencairan logam induk) adalah :
    1.Siapkan alat kerja dan benda kerja
    2.Gunakan Tekanan kerja untuk gas asetilin dan gas
       oksigen sebesar 5-7 psi.
    3.Nyala brander dengan nyala netral.
    4.Letakkan logam induk mendatar.
    5.Buat posisi brander membentuk sudut 60°C sampai
       70°C terhadap permukaan logam induk.
   
    6.Mulailah mengelas dgn nyala netral untuk membuat
       kawah las.
    7.Jika kawah las sudah terbentuk doronglah dgn nyala
       api sesuai dgn arah pengelasan yg akan dilakukan.
    8.Gerakan brander dijaga agar lebar kawah tetap sama
       lurus dan mempunyai kedalaman yg sama.

5. (A). Bagian tubuh Oprator Las harus dilindungi
           dari pancaran nyala busur listrik adalah
     Untuk melindungi dan menghindari dari bahaya –  bahaya yg ditimbulkan akibat pengelasan , Alat-alat
perleng kapan ini tidak hanya memberikan perlindung
an bagi tubuh,tetapi juga memberikan kemudahan
atau sbg alat bantu bagi operator sewaktu mengerjakan pekerjaannya. Seperti:
1.Pelindung mata        5.Pelindung badan (Apron)
2.Kacamata bening     6.Sarung tangan
3.Resipator                  7.Sepatu las
4.Pakaian las

   (B).Bahaya yang mungkin timbul jika proses
         Pengelasan dilakukan diruang tertutup adalah:
- Pancaran / Radiasi dari sinar ultra violet dan infra merah yg berintensitas sangat tinggi membahayakan mata maupun kulit tubuh manusia begitupun juga membahayakn pernafasan.

Paket B  (Tek.Bengkel) 

1 (A) . 3(Tiga) nyala pada Gas Oksigen Asetelin yg
           diperoleh dgn mengubah porsi campuran   
           Oksigen  dan Asetilin adalah :
1.        Nyala asetilen lebih (nyala karburasi)
2.        Nyala Netral
3.        Nyala oksidasi lebih
   (B) .Campurannya adalah :
           Dengan mengatur tinggi rendahnya suhu dengan mengatur proporsi campuran masing-masing gas tersebut.Makin banyak gas oksigen makin tinggi suhunya.Panas yg dihasilkan dapat mencapai dan bahkan melebihi titik lebur logam baja yaitu 1470°C hingga sampai 5530°C,hingga baja mencair lebih mudah.Pembakaran campuran gas dilaksanakan pada ujung brander.Jumlah gas dapat diatur dari katup2 pembuka penutup. Nyala hasil pembakaran dapat berubah-ubah tergantung dari perbandingan antara campuran gas oksigen dan gas asetilin.

2.(A). Posisi Pengelasan menentukan hasil dari
     pengelasan.Ada 4(empat) Posisi pengelasan yaitu :
    1.Posisi diatas kepala. Letak benda kerja diatas kepala
       shg pengelasan hanya dpt dilakukan dari bawah.
    2.Posisi Tegak. Letak benda tegak sehingga arah 
       pengelasan dilakukan pada arah naik turun.
    3.Posisi Mendatar. Letak benda kerja mendatar
       setinggi bahu oprerator las shg pengelasan
       dilakukan pada arah mendatar maju atau mundur.
    4.Posisi dibawah Tangan.  Benda kerja dibawah
       tangan operator las diatas bidang datar arah
       pengelasan aju maupun mundur.

    (B).Fungsi pengelasan titik pd benda kerja adalah:
- Untuk mencegah pergerakan bahan induk (metal   
   Up setting) setelah bahan induk saling diletakkan pada   
   posisi yg tepat.
- Untuk mencegah agar posisi bahan induk yg telah
  disetting tidak bergerak atau berubah posisi maka 
   kedua bahan induk yg akan dilas perlu dikunci dgn
   las titik.

3.(A).Methode membuat rigi-rigi dengan kawat las
          adalah sebagai berikut :
a. Siapkan alat kerja dan benda kerja
b. Atur tekanan kerja pada gas oksigen dan gas asetilin
    sebesar 5-7 psi
c. Nyalakan brander dengan nyala netral
d. Letakkan logam induk mendatar.
e. Buat posisi brander membentuk sudut 60°C sampai 
    70°C dan kawat las dengan posisi membentuk susut   
    30°C sampai 40°C trhdp permukaan logam induk.
f. Mulailah mengelas dgn nyala netral untuk membuat 
    kawah las.
g. Jika Kawah las sudah terbentuk masukkan ujung
    kawat las pada tepi kawah hingga mencair dan 
    menjadi satu dgn cairan bahan induk.
h.Gerakan brander dan kawat las dijaga agar rigi yg 
    terbentuk tetap sama,lurus dan mempunyai 
    ketebalan yg sama.

   (B).Langkah-langkah pengelasan untuk membuat 
         sambungan tumpul dengan kampuh I adalah :
a. Siapkan alat kerja dan benda kerja
b. Atur tekanan kerja pada gas oksigen dan gas asetilin
    sebesar 5-7 psi
c. Nyalakan brander dengan nyala netral
d. Letakkan logam induk mendatar.
e. Buat posisi brander membentuk sudut 60°C sampai 
    70°C dan kawat las dengan posisi membentuk sudut   
    30°C sampai 40°C trhdp permukaan logam induk.
 f. Mulailah mengelas dgn nyala netral untuk membuat 
     kawah las dengan pemanasan pendahuluan pada
     kedua logam induk.
 g. Jika Kawah las sudah terbentuk masukkan ujung
     kawat las pada tepi kawah hingga mencair dan 
     menjadi satu dgn cairan bahan induk.
 h.Gerakan brander dan kawat las dijaga agar 
     pengelasan yg terbentuk tetap sama,lurus dan 
     mempunyai ketebalan yg sama.

4.(A)Yang dimaksud dgn Electroda Las adalah :
    Bahan paduan penting dalam las busur listrik,dimana
selama proses pengelasan electroda akan meleleh dan
akhirnya habis dan dari jenis electroda yg akan
digunakan akan sangat menentukan hasil pengelasan.

   (B).5(lima) hal pokok yg digunakan sebagai pertim-  
         bangan dalam pemilihan electroda las adalah:
    1.Jenis logam yang akan dilas
    2.Tebal bahan yang akan dilas
    3.Kekuatan mekanis yg diharapkan dari hasil
       pengelasan
    4.Posisi pengelasan
    5.Bentuk kampuh benda kerja.

5.(A). Bahaya yg timbul kerena penggunaan Gas
      Asetilin sebagai bahan las oksigen asetilin adalah :
    Terbakar atau meledaknya gas asetilin yg disebabkan 
oleh panas,kotoran,katalisator dan kelembapan dimana
setiap pengeluaran gas asetilin,botol akan bertambah
panas maka pengeluaran gas tidak boleh lebih dari 750
liter tiap jam.

   (B).Langkah yg harus dilakukan jika pada tabung
          asetilin terjadi kenaikan suhu yang cukup
          tinggi adalah:
   Pada bagian bawah tabung diberi sumbat pengaman
atau sumbat lebur.jika tabung mengalami kenaikan
suhu yang berlebih Sumbat pengaman akan meleleh
dan lubang yg disumbat akan bocor sehingga gas
asetilin akan keluar silinder sebelum tabung meledak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar